Bilangan Bulat


bilprima05

Bulat bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan positif, nol, dan bilangan negatif. Bilangan bulat dinotasikan dengan

B = {…., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,….}.

Jika digambarkan dalam garis bilangan seperti berikut

Pada garis bilangan diatas, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, 6 … disebut bilangan bulat positif yang terletak di sebelah kanan nol, sedangkan bilangan –1, –2, –3, –4, –5, … disebut bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri nol.

Dengan memperhatikan tempat pada garis bilangan, dapat kita nyatakan (dalam contoh) bahwa :

a. -3 < 2, karena -3 terletak di sebelah kiri 4,

b. 9 > 1, karena 9 terletak di sebelah kanan 1,

c. 0 > -5 karena 0 terletak di sebelah kanan -5.

Di dalam bilangan bulat juga terdapat bilangan lain diantaranya:

1. Bilangan Genap : G = {2, 4, 6, 8, 10,…}

2. Bilangan Ganjil : J = {1, 3, 5, 7, 9,11…}

3. Bilangan Cacah : C = {0, 1, 2, 3, 4, …}

4. Bilangan Prima : {2, 3, 5, 7, 11, …}

5. Bilangan Cacah Kuadrat : K = {0, 1, 4, 9, 16…}

Sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat

1. Sifat Asosiatif 

Sifat asosiatif pada penjumlahan

Jika tiga buah bilangan bulat atau lebih di jumlahkan berlaku sifat asosiatif atau sifat pengelompokan. Perhatikanlah contoh berikut untuk lebih jelasnya

<=> (3 + 2) + 7 = 3 + (2 + 7)

<=>          5 + 7 = 3 + 9

<=>              12 = 12

Jadi Sifat asosiatif pada penjumlahan secara umum dapat ditulis:

(a + b) + c = a + (b + c)

Sifat asosiatif pada perkalian

Jika tiga buah bilangan bulat atau lebih dikalikan berlaku sifat asosiatif atau sifat pengelompokkan. Perhatikanlah contoh berikut untuk lebih jelasnya

<=> (5 x 2) x 4 = 5 x (2 x 4)

<=>       10 x 4 = 5 x 8

<=>             40 = 40

Jadi Sifat asosiatif pada perkalian secara umum dapat ditulis:

(a x b) x c = a x (b x c)

2. Sifat Komutatif 

Sifat komutatif pada penjumlahan

Pada penjumlahan dua buah bilangan bulat berlaku sifat komutatif atau disebut juga sifat pertukaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut:

<=> 4 + 7 = 7 + 4

<=>       8 = 8

Jadi secara umum sifat komutatif pada penjumlahan dapat ditulis:

a + b = b + a

Sifat komutatif pada perkalian

Perhatikan contoh berikut:

<=> 8 x 3 = 3 x 8

<=>     24 = 24

Jadi secara umum sifat komutatif pada perkalian dapat ditulis:

a x b = b x a

3. Sifat Distributif (Penyebaran)

Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan

Perhatikan contoh berikut:

<=> 4 x (7 + 5) = (4 x 7) + ( 4 x 5)

<=>        4 x 12 = 28 + 20

<=>              48 = 48

Jadi secara umum distributif perkalian terhadap penjumlahan dapat ditulis

a x (b + c) = (a x b) + (a x c)

Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan

Perhatikan contoh berikut:

<=> 4 x (7 – 5) = (4 x 7) – ( 4 x 5)

<=>         4 x 2 = 28 – 20

<=>              8 = 8

Jadi secara umum distributif perkalian terhadap pengurangan dapat ditulis

a x (b – c) = (a x b) – (a x c)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s