Garis dan Sudut


Garis

Garis sejajar

Dua buah garis dikatakan sejajar apabila kedua garis tersebut terletak pada satu bidang datar yang tidak akan berpotongan meskipun diperpanjang tanpa batas.

Dua buah garis l dan m adalah sejajar atau ditulis l // m (l sejajar m).

Garis berpotongan

Dua buah garis dikatakan berpotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan kedua garis tersebut berpotongan disalah satu titiknya.

Garis Berimpit

Dua buah garis yang terletak pada satu bidang datar dikatakan berimpit jika dan hanya jika kedua garis itu memiliki paling sedikit dua titik potong (dua titik  persekutuan).

Dua buah garis m dan m saling berimpit. Untuk mempermudah pemahaman tentang garis berimpit, cobalah kalian perhatikan jam ketika tepat pukul 12.00. Jarum panjang tepat berimpit dengan jarum pendek atau berada pada satu garis lurus.

Garis tegak lurus

Dua buah garis dikatakan salin tegak lurus jika saling berpotongan membentuk sudut 90°.

Sudut

Sudut adalah daerah yang dibentuk oleh dua buah sinar garis yang bertemu kedua pangkalnya. Sudut dapat bernilai positif dan dapat bernilai negatif. Sudut bernilai positif apabila sudut berputar berlawanan arah jarum jam. Sudut bernilai negatif apabila sudut berputar searah jarum jam.

Penamaan Sudut

Untuk memberikan penamaan terhadap sebuah sudut ada beberapa cara yaitu:

a. Menggunakan simbol ∠ disertai dengan tiga huruf dimana huruf pertama dan ketiga menunjukkan titik pada dua garis sedangkan huruf yang di tengah merupakan nama titik sudutnya. Misalnya  ∠ABC atau ∠CBA, ∠KLM atau ∠MLK.

Catatan: huruf pertama dan ketiga dapat ditukar karena mengukur sudut yang sama.

b. Menggunakan simbol ∠ disertai dengan nama titik-titiknya saja. Misalnya ∠A, ∠B, ∠C

Catatan: cara penamaan ini tidak dapat kita gunakan semua sudut karena apabila tiga buah garis berpotongan pada titik yang sama maka akan membentuk dua buah sudut sehingga penamaannya harus menggunakan cara pertama.

c. Menggunakan simbol ∠ disertai dengan simbol yang ditunjukkan antara sudut. Misalnya ∠ α

Sudut atas dapat disebut ∠ ABC, ∠ CBA, ∠ B, atau ∠ α

Pengukuran sudut

Mengukur sebuah sudut dapat menggunakan derajat atau radian.  Simbol untuk satuan derajat adalah (…0). Sudut data di dapat ditentukan mulai dari 00 sampai dengan 3600. Satu putaran penuh besar sudutnya adalah 3600. Satu derajat diartikan sebagai    putaran mengelilingi satu titik tertentu

Jenis Sudut

1. Sudut Siku-Siku

Sebuah sudut siku-siku adalah sudut yang tepat memiliki ukuran 90 °.

2. Sudut Lancip

Sudut lancip adalah sudut yang memiliki ukuran kurang dari 90 °.

3. Sudut Tumpul

Sudut tumpul adalah sudut yang memiliki ukuran lebih besar dari 90 ° tetapi kurang dari 180 °.

4. Sudut Lurus

Sudut lurus adalah sudut yang memiliki ukuran sudut tepat 180 °. Sudut lurus hanya berupa garis dengan tiga titik yang membentuknya.

5. Sudut refleks

Sudut refleks adalah sudut yang memiliki ukuran lebih besar dari 1800 tetapi tidak lebih dari 3600.

6. Sudut Putaran Penuh

Sudut putaran penuh adalah sudut yang memiliki ukuran tepat 3600.

Hubungan Antar Sudut

1. Sudut saling berpelurus (suplemen) a0 + b0 = 1800

Jika dua buah sudut membentuk sudut lurus, maka sudut yang satu merupakan pelurus sudut yang lain dan kedua sudut itu dikatakan saling berpelurus

2. Sudut saling berpenyiku (komplemen) a0 + b0 = 900

Jika dua buah sudut membentuk sudut siku-siku (900 ), maka sudut yang satu merupakan penyiku sudut yang lain dan kedua sudut itu dikatakan saling berpenyiku

3. Sudut Saling bertolak belakang

Jika dua buah sudut yang saling bertolak belakang maka memiliki besar sudut yang sama

∠ A1 = ∠ A3

∠ A2 = ∠ A4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s